Pembahasan
1. Menurut
Hukum Kekekalan Massa yang disampaikan oleh Antoine Lavoisier, massa zat
sebelum dan sesudah reaksi adalah sama. Berpedoman pada hukum tersebut,
percobaan pada tabel di atas yang memenuhi hanyalah percobaan nomor 3.
massa tembaga + massa sulfur = massa tembaga (II) sulfida
8 gram + 4 gram = 12 gram
Percobaan yang lain merupakan reaksi berlebih, artinya akan terdapat sisa pereaksi pada akhir reaksi.
Sedangkan menurut Hukum Perbandingan Tetap (hukum Proust), perbandingan massa unsur dalam suatu senyawa adalah tetap. Sehingga perbandingan massa tembaga dan sulfur dalam senyawa tersebut adalah
massa tembaga : massa sulfur = 8 : 4
= 2 : 1
Jadi, perbandingan massa tembaga dan massa sulfur dalam tembaga (II) sulfida adalah 2 : 1 (C).
massa tembaga + massa sulfur = massa tembaga (II) sulfida
8 gram + 4 gram = 12 gram
Percobaan yang lain merupakan reaksi berlebih, artinya akan terdapat sisa pereaksi pada akhir reaksi.
Sedangkan menurut Hukum Perbandingan Tetap (hukum Proust), perbandingan massa unsur dalam suatu senyawa adalah tetap. Sehingga perbandingan massa tembaga dan sulfur dalam senyawa tersebut adalah
massa tembaga : massa sulfur = 8 : 4
= 2 : 1
Jadi, perbandingan massa tembaga dan massa sulfur dalam tembaga (II) sulfida adalah 2 : 1 (C).
Pembahasan
2. Karena
disebutkan 'habis bereaksi' maka reaksi tersebut telah memenuhi hukum kekekalan
massa (hukum Lavoisier). Reaksi tersebut tepat bereaksi, tidak ada sisa sedikit
pun sehingga massa aluminium oksida yang dihasilkan merupakan penjumlahan
langsung dari pereaksinya.
massa Al2O3 = massa Al + massa O2
= 10,8 gram + 9,6 gram
= 20,4 gram
Jadi, massa aluminium oksida yang terbentuk adalah 20,4 gram (D).
Pembahasan
3. Adanya
sisa magnesium 1 gram menunjukkan bahwa antara magnesium dan oksigen mempunyai
perbandingan 9 : 6 atau 3 : 2. Penambahan massa di luar perbandingan tersebut
tidak akan ikut bereaksi dan akan menjadi sisa reaksi.
Jadi, kenyataan tersebut sesuai dengan hukum Perbandingan Tetap atau hukum Proust (D).
Pembahasan
4. Hukum Kekekalan Massa yang
dikemukakan oleh Antonie Lavoisier menyatakan bahwa massa zat sebelum dan
sesudah reaksi adalah sama. Berdasarkan hukum Lavoisier tersebut, isi tabel
yang sesuai adalah baris ke-2.
Sedangkan hukum Perbandingan Tetap yang
dikemukakan oleh Joseph Proust menyatakan bahwa perbandingan massa unsur-unsur
dalam suatu senyawa adalah tetap. Mengacu pada hukum Proust tersebut,
perbandingan massa Fe dan O dalam senyawa tersebut adalah:
massa Fe : massa O = 14 : 4
= 7 : 2
Jadi, perbandingan yang benar adalah opsi (B).
Pembahasan
5. Mari
kita periksa jumlah masing-masing pereaksi!
Karena jumlah mol S sama dengan jumlah O2 dan
keduanya mempunyai koefisien reaksi yang sama maka reaksi tersebut
dikatakan tepat bereaksi. Sehingga memenuhi hukum kekekalan massa
(hukum Lavoisier).
Dengan demikian, massa sulfur oksida yang dihasilkan merupakan penjumlahan langsung dari massa pereaksinya.
massa SO2 = massa S + massa O2
= 32 gram + 32 gram
= 64 gram
Jadi, massa gas sulfur dioksida yang dihasilkan pada reaksi di atas adalah 64 gram (E)
Dengan demikian, massa sulfur oksida yang dihasilkan merupakan penjumlahan langsung dari massa pereaksinya.
massa SO2 = massa S + massa O2
= 32 gram + 32 gram
= 64 gram
Jadi, massa gas sulfur dioksida yang dihasilkan pada reaksi di atas adalah 64 gram (E)